Bupati Trenggalek Emil Dardak Resmikan Unit Stroke RSUD Dr.Soedomo

Kurang lebih 20% kasus penyakit yang masuk ke rumah sakit Trenggalek merupakan kasus penyakit stroke atau hipertensi. Merujuk hal ini, RSUD Dr. Soedomo Trenggalek membuat unit pelayanan baru penyakit Stroke yang diresmikan oleh Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, tepat pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54, Senin (12/11/2018).

Dengan hadirnya Unit Stroke ini, harapannya pelayanan-pelayanan khususnya penanganan penyakit stroke akan terus meningkat, terang Direktur RSUD Dr. Soedomo Trenggalek, dr. Saeroni.

Sedangkan Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, usai meresmikan unit ini menjelaskan “gedung ini spesial, gedung rawat inap baru tiga lantai ini, menambah keterbatasan jumlah ruang rawat inap,” terangnya.

Lebih lanjut bapak dua anak ini menambahkan, kita bangun Gedung ini di penghujung tahun 2016 dan terus kita benahi. Bukan saja menambah namun sekarang oleh management RSUD Dr. Soedomo sudah dikembangkan menjadi Unit Stroke, imbuhnya.

Ternyata ada kurang lebih 20% kasus yang masuk ke rumah sakit merupakan kasus penyakit stroke atau hipertensi. Memang penanganan penyakit ini membutuhkan tim yang sangat-sangat terlatih.

Unit Stroke ini dilengkapi ruang konsultasi khusus, terus ada ruang senam untuk pasien melatih mobilitasnya. Selain itu tim ini lengkap mulai dari pakar nutrisi, fisioterapi, terapi bicara dan tentunya juga dengan dokter spesialis syarafnya.

Saya tadi cross check, dengan datang ke sini, pasiennya kondisinya tertangani dengan baik. Untuk kesadaran yang masih ditingkat tertentu bisa dibawa ke sini, namun kalau sudah tidak sadar tentunya harus dibawa ke ICU.

Stroke unit ini adalah unit yang dibangun dengan belajar ke RSCM. Tadi saya nanya ke salah satu perawat, dan mereka cerita ternyata setiap hari itu ada cara memobilisasi pasien, termasuk tempat tidurnya dinaikkan secara perlahan, ternyata sebelum berlatih ke RSCM itu tidak tahu.

Kita melihat keprofesionalan dan spesialisasi semakin meningkat di Stroke Unit ini dan ini akan menjadi semangat untuk seluruh RSUD untuk semakin profesional di segala bidang yang kita jalani.

Kita berdoa agar masyarakat Trenggalek jangan banyak yang terkena stroke, namun bagi yang terkena stroke harapannya segera bisa tertangani.

Ada jarak 4 jam idealnya, sata lihat tadi ada yang dari Masaran Munjungan langsung di bawa ke sini. Saya sarankan juga hubungi 119 supaya bisa konsultasi di jalan.

Selain itu harapan saya, Unit Stroke ini bisa menjadi penanganan yang sangat baik untuk pasien-pasien stroke, atau mungkin bisa juga kerjasama dengan puskesmas untuk menyosialisasikan kepada keluarga-keluarga untuk bisa lebih tanggap terhadap potensi-potensi penyakit ini.

Tadi juga ada yang belum saya jelaskan, disini ada famili unit dan cosulsation, karena tidak ada penanganan pasien yang tidak terlepas dari peran keluarga. Keluarga benar- benar diedukasi dan yang terakhir adalah serangan susulan terutama satu bulan pertama harus bisa diatasi dan selama 6 bulan berikutnya merupakan masa yang sangat penting untuk bisa memperbaiki fungsi otak. Orang bilang neuro plastifitas, tegas Wagub Jatim terpilih ini. (Humas)

 

sumberhttp://humassetda.trenggalekkab.go.id/